Mengenal Tanaman Neem dari India

Pohon Neem atau lebih sering disebut oleh masyarakat “Nimba” adalah tanaman yang tumbuh subur di daratan India. Seorang ahli kimia India telah melakukan uji farmasi terhadap tanaman ini pada tahun 1919, dan ia menemukan adanya isolasi asam dalam minyak nimba, Asam ini kemudian dikenal dengan nama “asam Margosic”. Pada tahun 1942 penelitian kembali dilakukan dan temuan baru diperoleh bahwa minyak Nimba memiliki isolasi terhadap tiga konstituensi aktif yaitu, Nimbin, Nimbidin, dan Nimbinene,

Pada tahun 1963 seorang ilmuwan India secara serius meneliti kandungan  kimia  aktif dari minyak nimba.  Beberapa waktu setelah Kernel menemukan kegunaan minyak nimba sebagai penghambat nafsu makan belalang, maka penelitian terhadap minyak nimba semakin menemukan harapan yang lebih berkembang dalam berbagai manfaat.

Beberapa senyawa telah diisolasi dan dikarakterisasi dan sebagian besar dari senyawa yang ada secara kimiawi akan serupa dan berkaitan secara biogenetik yang diturunkan dari tetracyclicterpene.

Sejak bulan Mei tahun 2000, Kantor Paten Eropa mencabut hak paten yang semestinya saat itu masih berlaku hingga  enam tahun kedepan terhadap penggunaan minyak pohon neem sebagai fungisida, setelah mengetahui bahwa minyak tersebut telah digunakan untuk tujuan yang sama  India sebelum ijin paten diajukan. Hak Paten terhadap penggunaan minyak neem telah diajukan  oleh USDA dan WR Grace, sebuah perusahaan pertanian internasional. Anggota dari Partai Hijau dan beberapa asosiasi lain menentang isu paten, mereka mengklaim pemberian hak paten ini tindakan yang tak beradap seperti "biopiracy" tanaman dan  melukai hati masyarakat  negara berkembang.

Masyarakat India sudah sangat lama mengenal asas manfaat dari minyak nimba ini. Secqara turun temurun mereka sudah menggunakannya sebagai bahan fungisida, jauh sebelum hak paten diajukan oleh perusahaan Eropa tersebut.