Mengenal Penggunaan Tanaman sebagai Obat

Walau beberapa orang beranggapan bahwa penggunaan tanaman sebagai pengobatan merupakan suatu hal yang remeh dan tak beda jauh dengan "hal-hal yang kurang ilmiah", namun fakta membuktikan bahwa pengobatan herbal sebenarnya juga berakar dari pengalaman-pengalaman medis. Dokter-dokter yang melakukan praktek dan dipercaya oleh banyak pasien karena keheb atannya dalam menyembuhkan mereka, ternyata belajar dan mengumpulkan informasi-informasi tambahan untuk mengobati penyakit-penyakit tertentu dengan mengkombinasi tumbuh-tumbuhan sebagai bahan formulasi pengobatan mereka.

Diperkirakan hampir 80 (delapan puluh) persen populasi dunia menggunakan herbal untuk beberapa penggunaan pelayanan kesehatan mereka. Di Amerika misalnya, lebih dari 1500 tanaman yang telah dijual sebagai suplemen untuk keperluan diet. Tanaman yang laris diperdagangkan adalah bawang putih, ginseng, ginko, lidah buaya, dan cranberry.

Studi klinis pada beberapa tanaman obat telah mendapatkan bukti bahwa sebagai bahan obat, tanaman tidak memberikan efek negatif bagi penggunanya, walau mereka menggunakannya secara terus menerus.

Namun perlu disadari bahwa penggunaan tanaman sebagai obat tidak boleh mengabaikan kajian ilmiah sebelum bahan-bahan digunakan. Lebih penting dari seluruh proses produksi tanaman sebagai obat adalah penelitian laboratoris dan pemeliharaan higiene selama proses produksi berlangsung.

Proses produksi yang dimaksud adalah mulai dari monitoring saat penanaman, proses pengeringan menjadi simplisia, pembuatan serbuk sampai pada proses pengemasan produk yang siap dikonsumsi.

Bagi para pengguna, sebelum melakukan pengobatan, disarankan mereka terlebih dulu mencari saran pada para praktisi yang memang mengerti soal tanaman obat.

Satu fakta sering terjadi, seorang praktisi medis seperti dokter mungkin karena masalah kode etik, mereka tidak berani memberikan solusi atau saran terhadap metode pengobatan herbal, sehingga jangan kecewa bila jawaban mereka akan tidak memuaskan anda.