Tanaman Obat dalam Catatan Sejarah

Penggunaan tanaman sebagai obat sebenarnya sudah sejak jaman sepanjang  sejarah manusia. Banyak bumbu dan rempah-rempah yang digunakan oleh manusia sebagai penunjang makanan dalam musim-musim panen mereka. Bumbu dari rimpang serta daun ternyata menghasilkan senyawa obat yang berguna bagi kesehatan manusia. Penggunaan bumbu dan rempah-rempah dalam masakan dikembangkan oleh sebagian orang sebagai reaksi terhadap ancaman kesehatan mereka atas beberapa  hal yang merugikan kesehatan. Mereka kemudian banyak konsumsi makanan yang bersifat patogenik. Studi menunjukkan bahwa di daerah beriklim tropis di mana patogen yang paling melimpah, banyak resep yang dibumbui dengan rempah rempah yang sangat banyak. Pada masa perkembangan selanjutnya, rempah-rempah dengan aktivitas antimikroba  cenderung dipilih sebagai pilihan utama mereka.  Dalam berbagai budaya di dunia, sayuran kurang banyak disukai dibanding dengan  daging terutama dalam melakukan aktifitas penerapan bumbu-bumbunya, mungkin karena sayur  lebih tahan terhadap pembusukan. Banyak gulma umum yang menyebar dan hidup di wilayah pemukiman manusia, seperti jelatang, pegagan, dan gulma ini juga memiliki sifat obat.

 

Sejumlah bukti arkeologi yang ada menunjukkan bahwa manusia sudah menggunakan tanaman obat selama jaman Paleolitik, yakni sekitar 60.000 tahun yang lalu. (Selain itu, primata juga sering menelan tanaman obat untuk mengobati penyakit)


Tanaman Obat di Jaman Kuno

Buku Papyrus Ebers (1550 SM) dari Mesir Kuno dikenal telah mencatat resep dengan bahan Cannabis sativa (ganja) yang digunakan secara topikal untuk pengobatan peradangan.

Minyak Thymus vulgaris, mengandung timol 20-54%. Timol, merupakan antiseptik yang kuat dan antijamur yang digunakan dalam berbagai produk sebelum penemuan antibiotik modern, minyak ini digunakan untuk mengobati luka. Timol juga digunakan untuk mengobati infeksi saluran pernapasan. Penelitian  yang dibuat dengan menyuntikkan herbal ini dalam air membuktikan bahwa tiomol dapat digunakan untuk batuk dan bronkitis.

 

Dalam catatan tertulis, studi tentang catatan yang ditulis lebih dari 5.000 tahunlalu  Sumeria,telah menciptakan  menciptakan tablet tanah liat dengan daftar ratusan tanaman obat (seperti mur dan opium).  Pada tahun 1500 SM., Bangsa Mesir Kuno menulis Ebers papirus, yang berisi informasi di lebih dari 850 obat-obatan tanaman, termasuk bawang putih, juniper, ganja, biji jarak, lidah buaya, dan mandrake.